Tips Refleksi Diri Demi Mendapatkan Inspirasi Baru

Spread the love

Inspirasi bisa berarti perubahan dan pada saat seseorang terinspirasi maka Anda akan melihat berbagai hal berbeda untuk mendekatkan pada perspektif baru terhadap berbagai masalah hidup baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Akan tetapi tidak ada aturan yang memberi tahu bagaimana cara untuk Anda mendapatkan inspirasi tersebut.

Namun, beberapa profesional dunia telah menyatukan pikiran serta mengeksplorasi bagaimana mereka mendapatkan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana inspirasi tersebut bisa membantu mereka menjalani kehidupan yang lebih baik lagi baik dalam kehidupan maupun pekerjaan.

Faktor yang Dapat Memicu Inspirasi

Lantas apa yang memicu inspirasi dalam hidup? berikut tahapan penjelasannya.

1. Temukan Tujuan Hidup yang Lebih Tinggi

Jika Anda menemukan tujuan hidup yang lebih tinggi dari pekerjaan Anda dan berusaha memenuhinya setiap hari, tentu pekerjaan tersebut tidak hanya dapat menginspirasi Anda saja, namun juga dapat menginspirasi orang lain. Rekan kerja, klien dan pihak-pihak yang terkait akan ikut terinspirasi dan membagikannya lagi kepada Anda.

Tidak hanya dalam pekerjaan saja, dalam bisnis pun lebih dari sekedar keuntungan saja. Akan tetapi dapat memenuhi tujuan lebih tinggi yang dapat membantu Anda, menarik serta melibatkan orang-orang yang tepat.

2. Mengubah Sudut Pandang

Banyak orang berpikiran bahwa mereka memerlukan inspirasi untuk memuaskan jalan hidup mereka. Mereka selalu menunggu inspirasi untuk bertindak, namun inspirasi ini tidak akan datang sebab yang terjadi justru sebaliknya.

3. Motivasi dengan Afirmasi dan Refleksi Diri

Refleksi diri dengan afirmasi atau perkataan positif yang diucapkan untuk diri kita sendiri yaitu cara yang sangat luar biasa untuk mendapatkan motivasi. Apalagi diperkuat dengan banyaknya penelitian yang membuktikan akan pentingnya afirmasi positif.

Anda bisa melakukannya dengan menyetel pengingat di smartphone, menempelkan catatan di sekitar kita, melafalkannya sebagai rutinitas keseharian terutama di pagi hari. Anda bisa menemukan cara tersendiri untuk memasukkan afirmasi pada kehidupan Anda sehari-hari. Selain afirmasi Anda dapat melakukan refleksi diri secara mendalam.

Banyak yang berpikiran bahwa refleksi diri merupakan hal yang tidak terlalu penting dilakukan. Padahal, justru refleksi diri ini memiliki banyak manfaatnya baik dalam kehidupan pribadi ataupun untuk perkembangan karier Anda. Walaupun terlihat cukup mudah dilakukan, namun refleksi diri ini ternyata dapat menjerumuskan kepada pikiran yang negatif.

Agar dapat menghindari hal tersebut, mari pelajari mengenai refleksi diri secara lebih dalam dan bagaimana cara untuk melakukannya dengan baik. Namun sebelumnya mari kita ketahui penjelasan mengenai definisi refleksi diri.

Baca juga : Kisah Inspiratif Mengatasi Rintangan dalam Hidup

Definisi Refleksi Diri

Refleksi diri merupakan kegiatan dengan menyisihkan waktu untuk lebih merasakan dan mengevaluasi perasaan, emosi, motivasi, perilaku, perspektif dan keinginan yang Anda miliki. Tujuan dari refleksi diri pada intinya yaitu untuk lebih memahami diri sendiri dengan lebih baik lagi. Refleksi diri ini juga dapat bermanfaat untuk melihat bagaimana hidupmu baik secara mikro maupun makro.

Secara makro, Anda akan menilai lagi apa arah tujuan hidup Anda. Sementara secara mikro, Anda dapat mengevaluasi respons yang diberikan akan suatu peristiwa dalam hidup Anda.

Manfaat Refleksi Diri

Terdapat beberapa manfaat dari melakukan refleksi diri yaitu sebagai berikut.

1. Tidak Terjebak pada Posisi yang Merugikan

Mungkin sebagian dari Anda pernah bekerja di lingkungan toxic yang menghambatmu untuk berkembang. Mungkin Anda mempertanyakan hal tersebut atau justru memilih membiarkan situasi ini terus menerus merugikan Anda. Dengan refleksi diri, Anda bisa mulai bertanya pada diri Anda sendiri apakah pekerjaan Anda tersebut sudah sesuai dengan apa yang pantas Anda dapatkan atau tidak.

Dengan demikian, Anda dapat mulai merencanakan berbagai langkah untuk bisa keluar dari lingkungan yang toxic tersebut. Namun sebaliknya tanpa melakukan refleksi diri maka Anda hanya akan menjalani hidup dengan tidak mengetahui apakah semua hal dalam hidup Anda sebenarnya berjalan dengan seharusnya atau tidak.

2. Mendapatkan Perspektif yang Lain

Cara untuk melakukan refleksi diri yaitu dengan membuat pertanyaan tentang segala hal yang ada di sekitar Anda. Pada saat Anda melakukan refleksi diri, sering kali Anda akan menemukan berbagai perspektif baru yang tidak terpikirkan sebelumnya. Misalnya saja, pada saat Anda mengikuti sebuah pelatihan online.

Setelah Anda mengikuti, Anda bisa mencoba introspeksi diri Anda sebaik apa Anda mengikuti pelatihan online tersebut apakah pelatihan ini bisa memenuhi kebutuhan Anda. Apabila hasilnya belum baik, maka Anda dapat mempertimbangkan pilihan-pilihan lain yang lebih cocok dengan kebutuhan Anda. Akhirnya Anda dapat menemukan solusi yang lebih efektif dalam belajar.

Baca juga : Contoh Seminar Inspiratif Terbaru Bertema Pendidikan

3. Membuat Keputusan Hidup Lebih Baik

Alasan yang membuat Anda merasa keputusan Anda kurang tepat salah satunya yaitu karena Anda belum betul-betul memahami apa yang Anda butuhkan dan inginkan. Faktor berikutnya adalah emosi yang membuatmu terkadang tidak bisa berpikir objektif. Padahal justru emosi yang Anda rasakan biasanya hanyalah sesaat.

Jika tidak dipikirkan dengan baik, kemungkinan Anda akan mengambil keputusan terlalu dini yang prematur. Jadi, di samping untuk lebih memahami keinginan dan kebutuhan Anda, dengan refleksi diri ini bisa membantu Anda untuk menilai konsekuensi apa yang akan Anda ambil dari keputusan Anda.

Kemudian bisa menilai emosi yang sedang Anda rasakan dan memastikannya hal itu bukanlah emosi yang sesaat. Lalu mempertimbangkan cara yang terbaik untuk merespons kondisi dan situasi tertentu.

4. Menentukan Arah Hidup

Manfaat melakukan refleksi diri yang berikutnya yaitu membantu Anda untuk menentukan tujuan atau arah hidup ke depan. Sangat wajar jika Anda masih bingung tentang tujuan Anda baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang terutama yang berkaitan dengan bagaimana perkembangan karier Anda.

Namun sayangnya, refleksi diri ini tidak otomatis akan menjawab kebingungan Anda tersebut. Dengan refleksi diri ini adalah cara yang tepat untuk membantu Anda secara perlahan menemukan jawaban yang tepat.

Anda dapat menanyakan kepada diri sendiri tentang apa yang betul-betul ingin Anda kejar dan apa yang bisa Anda lakukan untuk dapat menggapainya. Jika sewaktu-waktu tujuan Anda berubah, semoga Anda bisa mengubahnya berdasarkan refleksi yang mendalam, bukan hanya keinginan yang sesaat.

5. Alat Bantu untuk Terus Belajar

Ketika melakukan refleksi diri, Anda kemungkinan akan terkejut pada saat Anda menyadari bahwa ada bagian dari dalam diri Anda sendiri yang belum Anda pahami. Hal ini terjadi karena Anda belum pernah betul-betul berusaha mempelajari diri Anda sendiri.

Tanpa Anda melakukan refleksi diri, Anda hanya akan menjalani hidup sekedar melanjutkan saja. Padahal, sebenarnya ada banyak pembelajaran yang tidak boleh Anda lewatkan. Refleksi diri ini memungkinkan Anda untuk terus belajar bagaimana memahami diri sendiri, pengalaman kehidupan dan lingkungan yang ada di sekitar Anda lebih baik lagi.

Tips Melakukan Refleksi Diri

Ada beberapa cara yang bisa Anda coba untuk refleksi diri seperti diantaranya yaitu sebagai berikut.

1. Persiapkan Beberapa Pertanyaan

Tips pertama pada saat Anda melakukan refleksi diri yaitu berada pada pertanyaan yang Anda siapkan. Pastikan bahwa Anda menyiapkan pertanyaan yang akan membantu Anda memperjelas apa yang Anda rasakan dan pikirkan. Maka fokuslah dengan pertanyaan terbuka dibandingkan dengan pertanyaan tertutup.

Berikut ini contoh- contoh pertanyaan yang bisa Anda ajukan untuk diri sendiri.

Mengapa saya merespons situasi seperti itu tadi?

Apa yang membuat perilaku saya tadi?

Mengapa saya merasa marah atau sedih seperti ini?

Apakah ada perilaku yang saya ingin ubah jika dihadapkan dengan situasi seperti ini lagi?

Bagaimana cara untuk saya bisa melewati tantangan ini di kemudian hari?

2. Memprioritaskan Waktu untuk Refleksi Diri

Alasan kenapa Anda tidak sempat mencoba refleksi diri karena Anda masih menganggap hal ini tidak wajib untuk dilakukan. Namun hal ini akan berbeda ketika Anda benar-benar mengalokasikan waktu sejenak untuk refleksi diri.

Baik itu 30 menit di setiap pagi atau di malam hari pada saat selesai beraktivitas. Anda dapat mengatur waktu dan jadwal sesuai dengan kebutuhan Anda. Agar tidak terasa menjadi beban, Anda bisa memulainya dengan melakukan refleksi diri bisa dua minggu sekali atau satu bulan sekali.

3. Menulis Jurnal

Yang menjadi pertanyaan adalah Apakah Anda dapat melakukan refleksi diri dengan hanya membayangkan dan tanpa menulis. Jawabannya tentu saja bisa. Namun, hasil evaluasi ini hanya dapat menjadi angan-angan saja yang terlupakan. Tentu saja akan berbeda pada saat Anda menulisnya melalui jurnal secara rutin.

Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa refleksi diri adalah alat untuk pembelajaran. Seperti halnya materi sekolah, Anda tentu akan cepat lupa ketika kita tidak pernah membaca ulang. Maka dengan adanya jurnal ini Anda dapat terus mengingatkan diri Anda sendiri tentang pengalaman serta pembelajaran hidup yang Anda dapati selama ini.

Apakah Anda sebelumnya tidak pernah membuat jurnal? Tidak perlu khawatir, Anda bisa mulai mempelajari tutorial bagaimana cara memulai journaling untuk pemula. Anda dapat mempelajari langkah-langkah dan tips tentang apa saja yang dapat Anda tulis dalam jurnal tersebut.

4. Jangan Mengarah ke Pikiran Negatif

Refleksi diri sangatlah berbeda dengan merenung. Walaupun keduanya seperti sama-sama kegiatan untuk mengevaluasi diri sendiri. Refleksi diri ini merupakan cara untuk mengevaluasi diri dengan netral dan konstruktif.

Sedangkan rumination atau merenung mengandung pikiran-pikiran yang negatif dan destruktif. Pada saat hal ini terjadi, Anda bisa mencoba ambil jeda terlebih dulu dan lakukan refleksi diri pada saat Anda sudah sedikit lebih tenang.

Anda bisa membedakannya dengan contoh pertanyaan seperti ini. Pertanyaan pertama, apakah yang mendorong saya berperilaku demikian? Pertanyaan kedua mengapa saya sebodoh dan seceroboh itu barusan?

5. Jika Diperlukan Cari Bantuan

Terkadang melakukan refleksi diri cukup sulit dilakukan sendiri. Selain kesulitan mengidentifikasi perasaan dan juga emosi diri, pikiran negatif seperti yang disebutkan di atas pun menjadi alasan mengapa refleksi diri bukan merupakan hal yang mudah. Maka jangan ragu mencari bantuan orang lain yang Anda percayai dan bahkan bisa dari tenaga profesional ketika betul-betul dibutuhkan.

Demikianlah penjelasan tentang refleksi diri, walaupun terdapat banyak manfaatnya, Anda harus berhati-hati pada saat Anda melakukan refleksi diri tersebut agar tidak terbawa pada pikiran negatif. Selain melakukan refleksi diri, ada berbagai tips lainnya yang dapat membantu Anda mengembangkan diri, secara personal ataupun profesional.